Minggu, 23 Oktober 2011

Sukhoi Dilengkapi Bom Pindad


Bom tajam BTN 250 buatan Pindad (photo : Pindad)
MAKASSAR – Sistem senjata jet tempur Sukhoi kini semakin komplet setelah dilengkapi bom tajam nasional BTN- 250 dan bom latih asap BLA-50 produksi PT Pindad.

Bom yang dalam katalog PT Pindad disebut dengan BT-250 ini, di dalamnya terdapat tritonal 90 kilogram dengan daya ledak dan hancur yang besar. Bom juga dilengkapi fuze pada ekor dan hidung bom,serta arming distance yang dapat diatur sesuai ketinggian pengeboman. Hal ini memungkinkan bom untuk dapat berfungsi pada segala jenis medan operasi. Bom untuk melengkapi sistem senjata jet buatan Rusia ini telah diperkenalkan Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) Mabes TNI AU di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar. Presentasi dilakukan tim Dislitbangau Mabes TNI AU dipimpin Kasubdis Rudalsen Dislitbangau Kolonel Tek Noviardi Suryanto.

Bom Latih Asap BLA-50 buatan Pindad (photo : Pindad)
Dia didampingi Mayor Tek Ari Santoso, Mayor Tek Amin Bagiono, Kapten Tek Yogaswara, dosen Politeknik Bandung Singgih, serta staf dari PT Pindad. Pertemuan yang dihadiri Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama (Marsma) TNI Barhim itu,mendiskusikan penelitian dan penggunaan kedua jenis bom,termasuk mengenai prosedur dan parameter pengeboman Sukhoi. Misalnya kapasitas maksimal pesawat untuk single releasedan fight data recording.

Bom P-50, OFAB-100, OFAB-250 dan OFAB-500 produksi Rusia (photo : Vitaly V. Kuzmin)
Tak ketinggalan mengenai karakteristik aerodinamika kedua bom. Tim juga menerangkan mengenai tinjauan operasional dan teori dari kedua jenis bom tersebut. Menurut tim, BTN- 250 telah diteliti menyangkut kualitas dan jumlah pecahannya. “Juga bagaimana perkenaan dan daya tembusnya,” tutur Kolonel Tek Noviardi kemarin. Marsma TNI Barhim mengingatkan agar dalam kegiatan kajian bom dilakukan secara teliti dan saksama. Mereka juga harus memperhatikan faktor safety karena bom ini cukup berbahaya.

Menteri Pertahanan AS Kunjungi Indonesia dalam Lawatan ke Asia


22 Oktober 2011, London (BBC): Di Indonesia, menurut seorang pejabat Departemen Pertahanan AS, Panetta akan membicarakan masalah kerjasama militer serta proses lanjutan reformasi di tubuh TNI, dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Di Indonesia, menurut seorang pejabat Departemen Pertahanan AS, Panetta akan membicarakan masalah kerjasama militer serta proses lanjutan reformasi di tubuh TNI, dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Setelah dari Indonesia, Panetta dijadwalkan berkunjung ke Jepang dan Korea Selatan, demikian Kantor Berita Reuters melaporkan.
Diarahkan ke Asia

Lawatan Panetta ke Asia ini, menurut para analis, menindaklanjuti kebijakan luar negeri AS yang akan diarahkan ke Asia, menyusul semakin menguatnya peran ekonomi dan militer Cina di kawasan itu.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, mantan Direktur CIA ini mengatakan kepada wartawan, bahwa kunjungannya ini untuk menekankan bahwa AS menginginkan hubungan baik dengan Cina.

"Hubungan seperti itu penting, agar kami dapat bekerjasama dengan baik," kata Panetta.

Cina sempat bereaksi keras atas kebijakan AS yang meremajakan skuadron jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Taiwan, bulan lalu.

Sumber: BBC

Jumat, 21 Oktober 2011

Yonkav Kalimantan Timur Akan Diperkuat Dengan Leopard 2


Tank Leopard 2 buatan Jerman (photo : Militaryphotos)

Dandim 0903/TSR Dampingi Tim Mabesad Tinjau Rencana Pembangunan Batalyon Kavaleri di Tanjung Selor

Tanjung Selor - Komandan Kodim 0903/Tanjung Selor Letnan Kolonel Inf Gema Repelita mendampingi Tim dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) meninjau rencana pembangunan Batalyon Kaveleri TNI AD di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltim. Kegiatan peninjauan tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 17 hingga 18 Oktober 2011.

Tim dari Mabesad yang melaksanakan kunjungan adalah Kolonel Inf Suyatno Paban III/Binorg Sopsad, Letkol Czi Haryono Pabandya 2/Pangkalan Slogad, Mayor Kav Susanto Kabag Binmat Sdirlitbang Pussenkav dan Mayor Arm I Gusti Agung Putu S Pabanda Binorg Spaban III Sopsad.

Selain Dandim 0903/Tsr turut mendampingi Tim dari Mabesad tersebut Kasbrigif 24/BC Letkol Inf ST Agus Santoso. Direncanakan Yonkav Kodam VI/Mlw mulai dibangun tahun 2012 berdampingan dengan Mabrigif 24/BC dan direncanakan menggunakan ranpur tank Leopard 2 type Main Battle tank buatan Jerman dengan spesifikasi berat 62,3 ton, panjang 9,97 meter dan lebar 3,75 meter.

Misi Kontingen Garuda TNI di Lebanon Diapresiasi

Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir General Guitierrez Diaz De Otazu, (dua kiri), menyematkan Medali PBB kepada Komandan Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indobatt, Letkol Inf Hendy Antariksa, saat upacara INDOBATT Medal Parade di Lapangan Parade Soekarno, Markas Indobatt UN Position 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Rabu, (19/10). Sebanyak 1.029 prajurit TNI yang terdiri dari 1.018 prajurit Indobatt dan 11 prajurit yang bertugas sebagai Milstaf di Sektor Timur UNIFIL, menerima penghargaan Medali PBB, penghargaan ini diberikan kepada personel 'peacekeepers' (penjaga perdamaian) yang bertugas dengan baik selama kurun enam bulan. (Foto: ANTARA/HO-KUWADI/ss/mes/11)

20 Oktober 2011, Kairo (Investor): Kontingen Garuda TNI dalam misi Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dinilai berhasil karena mampu berinteraksi dengan masyarakat setempat dengan baik.

"Pasukan penjaga perdamaian internasional dari negara lain di Lebanon sebaiknya mencontoh Kontingen Indonesia dalam menjalankan misinya. Misi Indonesia berhasil, karena berinteraksi dengan masyarakat setempat dan disambut dengan hangat," kata Komandan Sektor Litani-Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) Kolonel Fouad Naser dalam dialog interaktif di Beirut, Selasa (18/10).

Dialog Interaktif bertajuk "Peluang dan Tantangan Misi Perdamaian Indonesia dalam Menjaga Perdamaian dan Keamanan Internasional" itu diselenggarakan di hotel Movenpick Beirut, kata siaran pers KBRI Beirut yang diterima Antara Kairo, Kamis.

Seorang prajurit TNI (Serda Kowal Graha Ayu), yang tergabung dalam Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indobatt, memperlihatkan Medali PBB sesaat setelah upacara INDOBATT Medal Parade di Lapangan Parade Soekarno, Markas Indobatt UN Position 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Rabu, (19/10). (Foto: ANTARA/HO-KUWADI/ss/mes/11)

Sejumlah akademisi, pejabat militer dan sipil Lebanon menjadi narasumber pada Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh KBRI Beirut berkeja sama dengan Kontingen Garuda TNI.

Duta Besar RI untuk Lebanon Dimas Samodra Rum, dalam sambutan menyampaikan kegiatan dialog tersebut merupakan sarana konsultasi bagi para pejabat dan pihak berkepentingan baik Indonesia maupun Lebanon.

"Kami mengharapkan Dialog Interaktif yang diikuti oleh peserta dengan narasumber dari Indonesia dan Lebanon ini dapat mengidentifikasi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi misi perdamaian Indonesia di lapangan," katanya.

Dialog tersebut dimaksudkan pula menjadi bahan masukan bagi perumusan kebijakan dan peningkatan peran dan partisipasi Indonesia di dunia internasional di masa mendatang, ujarnya.

Sumber: Investor Daily

TNI AL Akan Menggelar Operasi Amfibi


19 Oktober 2011, Surabaya (Dispenarmatim): Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan menggelar Operasi Amfibi (opsfib) di sekitar daerah Kalimantan Timur dengan sandi “Armada Jaya (AJ) XXX-11”. Rencana serbuan amfibi sedang dibahas secara intensif oleh pejabat dan peserta Ops (AJ) yang bertempat di Gedung Pusat latihan Kapal Perang (Puslatkaprang) Kolat Koarmatim Ujung Surabaya Rabu, (19/10).

Rapat PengambilanKeputusan (Biltus) militer itu dihadiri oleh Asisten Operasi (Asops) Pangarmatim Kolonel Laut Aan Kurnia S. Sos. Yang menerima paparan dari Komandan KRI Diponegoro-365 Letkol Laut (P) Antonius Widyoutomo mengenai Peraturan Panglima TNI (Perpang TNI) tentang penyelenggaraan kampanye militer serta Surat Keputusan (Skep) Panglima TNI tentang Operasi Gabungan TNI.

Operasi amfibi akan diselenggarakan selama kurang lebih selama satu bulan mulai tanggal 19 Oktober sampai dengan tanggal 18 November 2011. Rangkaian kegiatan Armada Jaya XXX-11 meliputi Latihan Posko (Latposko) mulai tanggal 31 Oktober Sampai dengan 04 November dan Manuver Lapangan (Manlap) mulai tanggal 07-17 November 2011.

Peralatan tempur dan pasukan yang terlibat dalam Operasi Amfibi adalah seluruh komponen Sistim Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL yang meliputi 23 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) berbagai jenis Mulai dari kapal-kapal kombatan, kapal selam, kapal amfibi, buru ranjau, Salvage dan patroli. Kapal-kapal perang tersebut berasal dari unsur Koarmatim, Koarmabar dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Unsur lain yang terlibat adalah Pesawat Udara (Pesud) dari Puast Penerbangan Angkatan laut (Puspenerbal) Juanda. Pesud itu adalah jenis Cassa 4 buah, Nomad 4 buah, helikopter Bell 2 buah dan Helikopter Bolcow 2 buah serta 1 Batalyon Tim Pendarat Amfibi (BTP) Marinir dari Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Surabaya. Dalam hal ini Marinir mengerahkan berbagai macam peralatan tempurnya diantaranya Tank Amfibi, Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Kapa), artileri roket dan Howitzer.

Rangkaian operasi Armada Jaya XXX-11 diawali dengan Gladi Posko, Pertahanan Pangkalan, Lintas Laut (Linla) dan serbuan amfibi. Yang menarik dari AJ kali ini adalah digelarnya Operasi Bhakti Sosial oleh kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 setelah serbuan amfibi berakhir.

Sumber: Dispenarmatim

135 Prajurit Marinir Tiba dari Pulau Terluar

Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL, melemparkan bunga mawar ke udara usai upacara penyambutan kedatangan Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar-X (Satgasmar Pamputer-X) di Mako Brigif-1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Rabu (19/10). Sebanyak 135 personel prajurit Korps Marinir TNI AL kembali ke kesatuan mereka usai menunaikan tugas pengamanan pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/Spt/11)

18 Oktober 2011, Surabaya (ANTARA News): Surabaya - Sebanyak 135 personel prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pamputer) X 2011 dari Yonif-3 Marinir, tiba di kesatuan mereka di Bhumi Marinir Gedangan Sidoarjo, Selasa.

Kedatangan itu disambut dengan pengalungan bunga oleh Ny Kristiani Puspita Anggraini (istri dari Komandan Satgasmar Pamputer X Kapten Marinir Widarta Kusuma) sebagai ucapan selamat datang.

Setelah itu, ara anggota Satgas memasuki Kesatrian R. Suhadi Brigif-1 Mar dan disambut ratusan anggota Yonif-3 Marinir yang telah berjajar sambil menyanyikan lagu Mars Brigade Infanteri.

Dalam sambutannya, Komandan Batalyon Infanteri-3 Marinir Letkol Marinir M. Reza Suud menyampaikan rasa bangga atas kerja keras, loyalitas serta dedikasi yang diberikan oleh seluruh personel yang terlibat Satgas Mar Pamputer-X karena telah berhasil mengemban tugas untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Selama lebih kurang tujuh bulan, anggota Satgas telah melaksanakan pengamanan pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Pulau Brass, Pulau Fanildo, Pulau Fani, Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Dana, dan pulau terluar lainnya.

Letkol Marinir M. Reza Suud menambahkan keberhasilan ini dapat tercapai karena mental yang kuat, moril yang tinggi sebagai Prajurit Korps Marinir, dan ridho Tuhan Yang Maha Esa serta doa dari keluarga yang ditinggalkan.

Selesai upacara, razia material dan barang bawaan serta pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk para prajurit yang baru tiba itu untuk mendeteksi dan pencegahan dini dari penyakit dan menjaga agar prajurit selalu dalam kondisi siap untuk melaksanakan tugas berikutnya.

Acara penyambutan tersebut juga dihadiri Ketua Jalasenastri Ranting C cabang 2 Pasmar-1 serta pejabat teras Yonif-3 Marinir.

Sebelumnya (21/9), sebanyak 136 prajurit Korps Marinir Pasmar-1 yang tergabung dalam Satgas Pam Puter XI telah berangkat mengamankan Pulau Terluar untuk menggantikan Satgas Puter X.

Mereka dilepas Komandan Resimen Artileri-1 Marinir Kolonel Ichwan Dargianto mewakili Komandan Pasmar-1 di lapangan Ambalat Ujung Surabaya.

Danpasmar-1 Sambut Satgas Puter X


Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington menyambut kedatangan 136 personel prajurit Pasmar-1 yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Mar Pamputer X) di Bhumi Marinir Gedangan Sidoarjo, Rabu.

Ia menyambut kedatangan 136 personel dari Satuan Yonif-3 Marinir yang telah bertugas selama kurang lebih delapan bulan untuk mengamankan beberapa pulau terluar itu dengan diwakili Wadan Brigif-1 Mar Letkol Marinir Yohannes Rudy Sulistyantom.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wadan Brigif-1 Mar, Danpasmar-1 menyampaikan pengamanan wilayah kepulauan terluar Indonesia merupakan suatu kepercayaan dari pimpinan.

"Kepercayaan itu sendiri merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan, karena kalian sudah turut berperan aktif dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dari ancaman, gangguan, dan tantangan negara lain," katanya.

Pulau terluar atau terdepan yang diamankan satgas yang dipimpin oleh Kapten Marinir Widarta Kusuma itu antara lain Pulau Brass, Pulau Fanildo, Pulau Fani, Pulau Danarote dan Biak.

"Mudah-mudahan apa yang telah kalian dapatkan bisa dijadikan bekal pengalaman dan wawasan untuk tugas-tugas yang akan datang, tularkan pengalaman penugasan tentang hal-hal positif kepada rekan-rekan kalian agar mereka yang belum pernah merasakan penugasan hal tersebut dapat dijadikan sebagai pendorong dan motivasi untuk tergabung dalam satgas pulau terluar yang akan datang," katanya.

Sebelumnya, anggota Satgasmar Pamputer X/2011 itu tiba di kesatuan mereka di Bhumi Marinir Gedangan Sidoarjo (18/10). Mereka disambut dengan pengalungan bunga oleh Ny Kristiani Puspita Anggraini (istri dari Komandan Satgasmar Pamputer X Kapten Marinir Widarta Kusuma) sebagai ucapan selamat datang.

Sumber: ANTARA News

Rabu, 19 Oktober 2011

Operasi Pengamanan Laut Bali Jelang KTT Asean

DENPASAR - Beberapa prajurit TNI AL bersiaga di atas KRI Ki Hajar Dewantara-364 saat melanjutkan operasi pengamanan laut Bali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (18/10). Menjelang berlangsungnya berbagai konferensi internasional terutama KTT ASEAN di Bali, pengawasan wilayah perairan Pulau Dewata terus diperketat dan TNI AL rencananya menyiagakan 3 kapal perang serta sekitar 600 personel untuk pengamanan kegiatan itu. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/pd/11.




Selasa, 18 Oktober 2011

Rasex KRI Sultan Iskandar Muda dengn HS Roussen


18 Oktober 2011, Lebanon (Koarmatim): UNREP/RASEX (Underway Replenishment/Replenishment At Sea) merupakan salah satu serial latihan dalam MTFEX (Maritime Task Force Exercise) yang dilaksanakan antar Unsur MTF dengan daerah latihan di dalam sektor AMO. RAS / Pembekalan di laut itu sendiri adalah suatu cara pengiriman/pengisian baik logistik maupun personel dari kapal pemberi (delivering ship) ke kapal penerima (receiving ship) yang dilaksanakan dengan berlayar dan dalam waktu sesingkat-singkatnya, sehingga membutuhkan tingkat kecakapan seamanship serta kerja sama tim yang baik. Kegunaan lain (sustainability) pembekalan di laut ini adalah untuk memperpanjang kehadiran di laut, menjaga kerahasiaan dan efisiensi operasi.

Latihan yang diawali dengan “peran pembekalan di laut” tersebut dilaksanakan pada pukul 14.00-15.00 LT di Zone 1 Center AMO (Area of Maritime Operation), KRI SIM 367 bertindak sebagai OCS (Officer Conducting Serial) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mengendalikan pelaksanaan latihan. Dalam latihan ini dilaksanakan 2 (dua) kali, pertama KRI SIM sebagai kapal pemberi (delivering ship) dan kedua sebagai kapal penerima (receiving ship) bergantian dengan HS Roussen P 67 (Yunani), dengan pengiriman barang mailbag transfer/lightjackstay sebagai tanda persahabatan antar unsur yang tergabung dalam satuan tugas Maritime Task Force/UNIFIL.

Melalui latihan tersebut tercermin team work dan profesionalisme, mulai dari pengendalian kapal (ship handling) saat manuver mendekat (approach maneuver), dan kecakapan Tim RAS. Latihan ini juga meningkatkan mutual cooperation (kerja sama) dan relationship (hubungan) antar unsur yang tergabung dalam Maritime Task Force/UNIFIL lebih erat lagi.

RASEX ini merupakan yang pertama bagi KRI SIM-367 dengan unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL lainnya seiring dengan penunjukan KRI SIM-367 sebagai MIO Comander.

Sumber: Koarmatim

Senin, 17 Oktober 2011

Anggaran Perbatasan Diusulkan Rp5 Triliun


KRI Clurit 641 (photo : Sgt Fikri-Kaksus Militer)

JAKARTA – Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) telah mengajukan usulan anggaran pembangunan daerah perbatasan Rp5 triliun pada 2012. Namun, usulan tersebut belum semuanya disetujui.

“Perlu dicatat, Rp5 triliun itu adalah nilai total untuk semua kementerian yang melakukan program di perbatasan. Sebelumnya anggaran perbatasan sangat sedikit,” ujar Menteri Dalam Negeri merangkap Kepala BNPP Gamawan Fauzi di Jakarta kemarin. Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya secara keseluruhan sudah menyusun program kerja jangka pendek,menengah, dan jangka panjang kepada daerah perbatasan.

Ada 12 provinsi, kemudian 38 kabupaten/kota yang berbatasan dengan negara lain. Nantinya, pembangunan nya difokuskan pada kecamatan perbatasan. “Pembangunan perbatasan prioritas tahun 2012 ada di 39 kecamatan, kemudian tahun 2013 di 32 kecamatan, dan tahun 2014 di 40 kecamatan.

Panjang perbatasan kita saja mencapai 2000 km. Dua kali panjang Pulau Jawa, dan tak semua perbatasan kita berpenghuni,” terangnya. Pembangunan daerah perbatasan, imbuh Gamawan, bukan hanya dilakukan karena muncul kasus-kasus dengan daerah tetangga, terutama Malaysia. Meski diakui, kondisi daerah perbatasan di Indonesia tidak sebagus Malaysia.

Patroli Bersama

KD Perkasa 3512 (photo : M Alfian M)

Malaysia Sementara itu, dua unit kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Clurit-641 dan KRI Sigurot-864 yang bermarkas di Koarmabar, terlibat dalam patroli terkoordinasi Malaysia- Indonesia (Patkor Malindo) 113 di perairan Selat Malaka. Patkor ini digelar untuk meningkatkan keamanan di wilayah perairan Selat Malaka.

Kepala Dispenarmabar Letkol Laut (KH) Agus Cahyono mengungkapkan, patroli ini telah berlangsung sejak akhir September lalu.Terdapat empat unsur kapal angkatan laut, masing-masing dua dari TNI Angkatan Laut dan dua dari Angkatan Laut Diraja Malaysia.

Dari TNI Angkatan Laut, KRI yang dilibatkan adalah dua KRI dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), yakni KRI Clurit-641 dan KRI Sigurot- 864. Adapun dari Malaysia yaitu KD Gempita dan KD Perkasa.

(Seputar Indonesia)

Korphaskas akan Mendapatkan Meriam Oerlikon 35mm Dilengkapi Chiron


Meriam anti serangan udara 35mm (photo : Militaryphotos)
Komandan korpaskhas : prajurit jangan terlena dengan prestasi

ANTARAJAWABARAT. - Komandan Korpaskhas TNI Angkatan Udara, Marsma TNI Amarullah meminta seluruh pasukan Korpaskhas tidak terlena dengan sejumlah prestasi gemilang yang telah kesatuan baret jingga tersebut karena tantangan kedepan akan semakin berat.

Komandan Korpaskhas mengatakan itu saat memimpin upacara HUT Korpaskhas ke-64 di Lapangan Markas Komando Korpaskhas Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin. "Terus tingkatkan kemampuan diri dengan berlatih keras dan disiplin. Keberhasilan Korpaskhas dalam penugasan menunjukkan betapa pentingnya sebuah profesionalisme bagi seorang prajurit. Salah satu esensi dari peringatan HUT ini adalah tekad melakukan yang terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara," ujarnya.

Penerjunan 13 prajurit TNI AU dalam mengusir penjajah di Sambi Kotawaringin, Kalimantan Tengah pada tahun 1947 merupakan merupakan tonggak sejak yang perlu terus dikobarkan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam setiap menjalankan tugasnya prajurit Korpaskhas harus selalu mengamalkan prinsip bekerja tanpa memperhitungkan untung dan rugi.

"Korpaskhas sebagian bagian dari TNI AU telah banyak memberikan sumbangsihnya bagi bangsa dan negara. Terlebih pada saat penjajahan Belanda. Korpaskhas telah ikut menyatukan sejumlah wilayah ke dalam NKRI," ujarnya.

Satuan yang dulu dikenal dengan Korp Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) telah ikut aktif dalam pengabdian bangsa dan negara termasuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Terakhir Korpaskhas berhasil menemukan bangkai pesawat NC 212 di kawasan Bahoro, Sumatra Utara.

LIG Nex1 Chiron rudal pertahanan udara (photo : KDN)

Adapun pengembangan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang dilakukan Korpaskhas adalah melengkapi diri dengan persenjataan QW-3 yang terus dimantapkan melalui latihan-latihan pengoperasiannya.

Tak hanya itu, untuk kedepannya pun akan mendatangkan penangkis udara kanon Oerlikon Kaliber 35 mm yang dilengkapi dengan radar dan rudal jarak pendek Chiron. Diharapkan pada akhir 2012 alutsista tersebut terus bertambah.

Pada upacara peringatan HUT Korpaskhas itupun digelar pertunjukkan senam balok yang bermakna uji ketahanan, ketangkasan dan kekuatan prajurit Korpaskhas dan atraksi "pasukan terjun payung" sebanyak 64 prajurit dengan membawa berbagai atribut kesatuannya.

Minggu, 16 Oktober 2011

Indonesia Jajaki Kerjasama Pertahanan dengan Polandia dan Swedia


14 Oktober 2011, Jakarta, DMC – Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Jumat (14/10) menerima kunjungan Duta Besar Polandia untuk Indonesia Grzegorz Wisniewski di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Adapun maksud dari kunjungan Dubes Polandia ini adalah membahas Ratifikasi kembali perjanjian kerjasama bidang pertahanan antara kedua negara yang sempat tertunda hampir selama lima tahun.

Menurut Dubes Polandia, Dokumen perjanjian kerjasama ini sangatlah penting untuk direalisasikan dan ditandatangani di masa yang akan datang. Ditambahkan Dubes Polandia, mengingat dokumen ini bukan hanya merangkum kerjasama industri pertahanan saja, melainkan kerjasama pertahanan lainnya secara umum.

“Dari pihak kami sangat mengharapkan kerjasama pertahanan yang riil bukan hanya dalam kerjasama industri pertahanan antara militer dengan militer seperti teknologi alutsista atau pasukan khusus, karena saat ini Angkatan Bersenjata Polandia juga sedang mengembangkan kekuatan pada pasukan khusus.” ungkap Dubes Polandia kepada Menhan.

Dubes Polandia menyampaikan penawaran dalam rangka untuk mempublikasikan program kebijakan militer Polandia di Indonesia, Pemerintah Polandia mengundang salah satu personil jurnalis militer dari Indonesia pada program kunjungan ke Akademi Militer ataupun ke Satuan Militer yang ada di Polandia.

Selain itu Dubes Polandia juga mengundang kedatangan Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro bersama pejabat Kemhan dan TNI lainnya pada pameran tahunan industri pertahanan militer Polandia yang akan diselenggarakan bulan September tahun depan.

Pada kesempatan pertemuan itu Dubes Grzegorz Wisniewski menyampaikan bahwa baru-baru ini Pemerintah Polandia telah membangun Kantor Atase khusus Bidang Pertahanan di Jakarta. Dubes Poladia mengharapkan Pemerintah Indonesia juga bisa membangun Kantor Atase Pertahanan di Negara Polandia.

Sementara itu Menhan RI memberikan respon yang baik terhadap peluang kerjasama pertahanan riil kedua negara tersebut. Terlebih lagi untuk bidang industri pertahanan, Menhan mengatakan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan menerima kerjasama dengan proses Produksi Bersama (Joint Production) dan Transfer Technology.

Menhan Menerima Kunjungan Dubes Swedia


Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro didampingi Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto menerima Dubes Swedia untuk Indonesia Mrs Ewa Polano bersama Delegasi Perusahaan Kedirgantaraan dan Pertahanan Swedia, (SAAB), Kamis (13/10) di Kantor Kemhan, Jakarta.

Maksud kunjungan Duta Besar Swedia ini adalah membahas peluang kerjasama di bidang pertahanan kedua negara khususnya Alutsista jenis Pesawat Tempur. Turut juga mendampingi Menhan saat menerima Dubes Swedia, Direktur Teknologi dan Industri Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Agus Suyarso dan Kapuskom Publik Brigjen TNI Hartind Asrin.

Sumber: DMC

Uji Pesawat NC–295/EC-296


14 Oktober 2011, Tanjung Pinang (Pentak Tanjung Pinang): Pelaksanaan Uji Pesawat NC–295/EC-296 dari Skadron 2 Halim Perdana Kusuma dengan operasi Rute Paum 131, pesawat diterbangkan oleh Letkol Pnb Moh Mujib. Dan Mayor Pnb Roni,di terbangkan dari Lanud Halim, Astra Ksetra, Palembang, Tanjung Pandan, Supadio, Tanjungpinang, dan pesawat NC- 295 sampai Tanjungpinang tanggal 12 Oktober 2011 pukul 17. 55 WIB.di sambut oleh Komandan Lanud Tanjungpinang Lekol Pnb M.J. Hanafie dan perwira staf Lanud Tanjungpinang.

Kedatangan pesawat angkut versi militer jenis/tipe NC-295 yang rencananya akan menambah kekuatan Alut Sista TNI AU, khususnya pesawat angkut militer di Skadron Udara Angkut Ringan Lanud Halim Perdanakusuma tersebut mempunyai misi Penjajakan Uji Kemampuan, Uji Navigasi Jarak Jauh serta Kemampuan Air Crew dalam mengopersikan pesawat tersebut, bila sesuai kriteria yang dikehendaki TNI AU maka pesawat tersebut akan digunakan TNI AU. Sedangkan untuk produksi pesawat NC-295 Industri Pesawat Casa Airbus Militery Spanyol akan bekerjasama dengan Industrik Pesawat Terbang Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam memproduksi pesawat type NC-295.

Komandan Lanud Tanjungpinang selesai menyambut kapten pilot beserta crewnya, dengan didampingi Kapten Pilot memasuki cocpit pesawat untuk melihat lebih dekat teknologi yang dimiliki pesawat tersebut, karena jika terwujud menjadi kekuatan Alutsista TNI AU maka akan memperlancar dukungan operasi penerbangan TNI AU.

Selanjutnya Pesawat Round di Lanud Tanjung pinang,kemudian pada esok harinya pada tanggal 13 oktober 2011 pukul 10,37 wib pesawat Take off menuju Lanud Supadio.(Pontianak).

Sumber: Pentak Tanjung Pinang

Lanal Karimun Perkukuh Pengamanan Pulau Terluar


13 Oktober 2011, Karimun (ANTARA News): Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau memperkukuh pengamanan di perairan perbatasan dengan menggiatkan patroli di dua pulau terluar di daerah itu.

''Pengamanan batas teritorial negara di perbatasan yang dilakukan Danlanal lama tetap jadi prioritas dan akan terus kita perkukuh,'' kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tanjung Balai Karimun, Letkol (P) Sawa di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Sawa yang baru beberapa hari menjabat Danlanal Karimun mengatakan, fokus pengamanan perairan perbatasan dilakukan di dua pulau terluar, yaitu Pulau Hiu Kecil dan Pulau Karimun Kecil.

''Perairan di dua pulau itu dalam pengawasan karena merupakan titik dasar batas teritorial negara. Kami akan pantau lalu lintas kapal dan kemungkinan terjadinya pelanggaran batas wilayah oleh pihak asing,'' ucapnya.

Pengamanan di perbatasan, lanjut dia dilakukan dengan menggiatkan patroli rutin dan melakukan pemantauan di Pos AL di Pulau Hiu Kecil.

''Personel yang ditugaskan di Hiu Kecil kami siagakan untuk memantau ada pelanggaran batas wilayah dan tindak kejahatan di laut,'' ucapnya.

Mengenai kemungkinan pergeseran tapal batas akibat klaim pihak asing, menurut dia hal itu kecil kemungkinan karena penentuan batas teritorial laut suatu negara sudah diatur dalam perjanjian batas maritim antarnegara di dunia.

''Batas teritorial laut diukur dari pulau terluar, dalam menentukan garis batas negara kami berpedoman pada garis yang ditarik dari dari Pulau Karimun Kecil, Hiu Kecil hingga Pulau Nipah. Garis ini juga menjadi acuan dalam menentukan landas kontinen dan zona ekonomi ekslusif yang turut menjadi pengawasan kami,'' katanya.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama Darwanto saat berkunjung ke Karimun Senin pekan ini mengatakan, pengamanan pulau-pulau menjadi prioritas jajarannya.

''Pengamanan pulau terluar tak berpenghuni dilakukan TNI-AL dengan mengugaskan marinir. Sedangkan yang berpenghuni lebih dominan dilakukan TNI-AD,'' ucapnya.

Menurut Danlantamal, perairan Karimun juga menjadi prioritas karena berbatasan dengan Singapura dan Malaysia dan dilewati kapal-kapal di dunia.

''Meski demikian, TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran aktif seluruh komponen bangsa. Koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, instansi terkait dan TNI sangat diharapkan untuk menjaga keutuhan batas wilayah negara,'' ucapnya.

Sumber: ANTARA News

Sabtu, 15 Oktober 2011

Kaltim Dan TNI Kembangkan Bandara Perbatasan

Bandara Long Apung. (Foto: Muhammad Arif)

14 Oktober 2011, Samarinda (ANTARA News Kaltim): Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan melakukan kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk pengembangan bandara di kawasan perbatasan antara RI dengan Malaysia bagian Timur.

"Saya sudah berbicara dengan KSAD TNI saat beliau datang ke Kabupaten Kutai Barat dalam rangka pencanangan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di kabupaten itu beberapa hari lalu," ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Jumat.

Menurutnya, setidaknya terdapat tiga Bandara di perbatasan yang akan dilakukan kerja sama dengan TNI dalam waktu dekat, sedangkan kerjasama yang dimaksudkan gubernur adalah, untuk memperpanjang landasan pacu pada tiga Bandara.

Tiga Bandara di kawasan itu adalah Bandara Yuvai Semaring di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, Bandara Long Apung di Kabupaten Malinau, dan Bandara Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat.

Peningkatan panjang landasan pacu untuk tiga Bandara di kabupaten yang terletak perbatasan negara itu akan dilakukan hingga mencapai panjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter.

Kondisi landasan pacu di tiga Bandara tersebut saat ini adalah, sepanjang 900 meter dengan lebar 23 meter yang menggunakan konstruksi aspal kolakan untuk Bandara Yuvai Semaring di Nunukan.

Kemudian sepanjang 840 meter dan lebar 23 meter dengan konstruksi aspal kolakan untuk Bandara Long Apung, Malinau, dan sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter dengan kondisi fisik aspal kolakan pada Bandara Datah Dawai.

Jika pengerjaan dengan kerjasama itu tuntas, maka tiga Bandara di perbatasan itu akan memiliki panjang 1.600 meter dan lebar 30 meter, sehingga pesawat jenis ATR dan Hercules milik TNI sudah dapat mendarat di tiga Bandara tersebut.

Dalam dukungan pendanaan pengembangan Bandara itu, DPRD Kaltim sudah memberikan persetujuan untuk menggelontorkan dana senilai Rp400 miliar yang digulirkan dalam dua tahun mata anggaran APBD Kaltim, yakni mulai 2012 hingga 2013.

Rincian dari anggaran itu adalah, senilai Rp120 miliar untuk pengembangan di Bandara Yuvai Semaring, kemudian sebesar Rp130 miliar untuk Bandara Long Apung, dan yang sebesar Rp150 miliar untuk Bandara Datah Dawai.

Sumber: ANTARA News Kaltim

Satsel Koarmatim Gelar Latihan Submarine Escape Exercise


13 Oktober 2011, Surabaya (Koarmatim): Satuan Kapal Selam (satsel) Koarmatim menggelar Latihan Submarine Escape Exercise (ESCAPEX) bertempat di Diving Center Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim Ujung Surabaya Kamis (13/10). Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang personel dari Staf Satsel Koarmatim, KRI Cakra-401 serta KRI Nanggala-402. Gladi Submarine Escape dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 10 sampai dengan 14 Oktober 2011.

Latihan meliputi aspek Escape (prosedur dan peralatan), prosedur medis dan penyelaman tanpa alat serta Latihan taktis dalam rangka penerapan dari prosedur Escape yang ada dalam ATP 57 (A) The Submarine Rescue Manual dan Latihan teknis menggunakan peralatan-peralatan keselamatan yang ada di kapal selam dan atau peralatan keselamatan dari luar kapal selam.

Metode yang digunakan dalam gladi Submarine Escape meliputi tiga tahapan yaitu Ceramah Pembekalan pengetahuan prosedur Escape dan Prosedur medis, Drill Penggunaan peralatan keselamatan di kapal selam dan Praktek lapangan. Penerapan prosedur pelaksanaan dan penggunaan peralatan keselamatan di escape trunk. Memberikan pengetahuan prosedur medis, melatih pelaksanaan escape, melatih komunikasi darurat dan melatih penyelaman tanpa alat

Materi yang dilaksanakan dalam latihan ini diantaranya bertahan di air (Water Tropen), tahan napas di dalam air, mengambil benda di dasar Diving Tank tanpa menggunakan alat, membersihkan masker di dalam air (Masker Clearing), bongkar pasang alat selam (Scuba) dan keluar dari kapal selam secara darurat (Free Escape). Selain itu juga menerapkan prosedur pelaksanaan Escape, pengoperasian dan penggunaan peralatan keselamatan yang ada di kapal selam.

Praktek yang dilaksanakan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang digunakan saat kapal selam mengalami kegawatdaruratan. Situasi darurat dibawah permukaan air yang mengharuskan seluruh awak kapal segera cepat meninggalkan kapal dengan bergantian. Kegawat daruratan yang dialami kapal selam itu bisa diakibatkan oleh berbagai macam faktor diantaranya akibat terkena senjata musuh berupa Bom Laut, torpedo, ranjau ataupun akibat kerusakan teknis yang mengakibatkan kapal selam tidak dapat timbul ke permukaan.


Dalam keadaan yang sesungguhnya jika terjadi kegawatdaruratan para awak kapal selam sebelum melakukan Free Escape terlebih mendapatkan bantuan napas dari alat yang tersedia berupa Built And Breathing Sistem (BIB’S) yang memiliki koneksi beberapa panel untuk pernafasan Mouth Stuck dari anjungan hingga menuju pintu keluar darurat yang berada di Coning Tower dan ruang baterai.

Selanjutnya masing-masing personel dibekali dengan peralatan Emergency untuk timbul ke permukaan berupa MK-10 yang dilengkapi dengan tabung oksigen, makanan, obat-obatan serta lampu Emergency. Setelah timbul kepermukaan peralatan keselamatan MK-10 secara otomatis terbuka dan membentuk seperti perahu karet, namun hanya dapat dipakai untuk perorangan.

Latihan ini bertujuan untuk mempertahankan, meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan awak kapal selam dalam rangka melaksanakan penyelamatan perorangan (escape) dalam menghadapi kedaruratan kapal selam dan melaksanakan program nol kecelakaan (Zero Accident). “Selain itu untuk mewujudkan keterampilan perorangan dalam rangka meningkatkan kesiapan tugas, pemantapan prosedur pelaksanaan, dan pemantapan penguasaan teknik peralatan”. Kata Dansatsel Koarmatim Kolonel Laut (P) Jeffry S. Sanggel, SH.

Sumber: Koarmatim

TNI Laksanakan Tugas Berdasar MoU 1978

Seorang warga memegang patok tapal batas di Dusun Camar Bulan, Desa Temajok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar, Rabu (12/10). Patok semen tipe D bernomor A104 yang berada di Dusun Camar Bulan tersebut, merupakan tapal batas hasil MoU antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1978. (Foto: ANTARA/Muhlis Suhaeri/jw/nz/11)

14 Oktober 2011, Jakarta (ANTARA News): Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melaksanakan tugas di wilayah perbatasan Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) Indonesia-Malaysia tahun 1978.

Demikian disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Namun demikian, TNI mendukung jika memang Indonesia ingin memperjuangkan wilayah tersebut sesuai Peta Belanda Van Doorn 1906.

"Memang ada temuan-temuan lain yang berbeda dengan MoU. Oleh karena itu temuan-temuan baru ini perlu dimasukkan dalam permasalahan untuk dapat didiskusikan bersama dengan Malaysia," kata Agus Suhartono.

Yang pasti, tambah Panglima TNI, pihaknya pasti mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Kalimatan jika nantinya disepakati batas wilayah kembali ke perjanjian Belanda-Inggris. Karena itu, ia berharap pemerintah memasukan masalah Camar Bulan dan Tanjung Datu dalam outstanding border problem (OBP) 10.

"Yang jelas kalau itu sudah di sepakati, patoknya akan dipindah sesuai kesepakatan baru. Penjagaan perbatasannya pun akan bergeser mengacu pada apa yang disepakati yang baru. Sudah pasti seperti itu," kata dia.

Posisi TNI saat ini, lanjut Agus, menunggu keputusan politik antara Indonesia-Malaysia. Di mana kesepakatan perbatasan antar kedua negara, TNI pasti menjaganya.

Agus mengatakan, untuk menjaga perbatasan di Camar Bulan, ada 3 pos yang sudah didirikan di sana. Setiap pos terdiri dari 12-20 personil, tergantung luas wilayah.

Sementara itu, Komisi I DPR RI meminta pemerintah tidak menyerah dan mengalah dengan Malaysia terkait nota kesepahaman (MoU) 1978 soal perbatasan kedua negara. DPR menunggu sikap pemerintah apakah akan mengajukan masalah Camar Bulan dan Tanjung Datu dalam Outstanding Border Problem 10 atau tidak.

"Kalau ingin mengajukannya seperti apa? Sikap politiknya seperti apa?" kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

Menurut Mahfudz, TNI sendiri berpegang pada MoU Semarang tahun 1978 karena mengacu pada data dan dokumen yang dimiliki Indonesia. TNI dalam posisi mendukung dispute atau perbedaan daerah dimasukan dalam OBP, sama dengan sikap DPR.

"Kami justru ingin menekankan pada pemerintah untuk tidak menyerah dan tidak mengalah. Ini harus diperjuangkan, jangan sampai katakan ini sudah selesai karena itu juga yang dikatakan pemerintah Malasyia, padahal belum tuntas," kata politisi PKS itu.

Mahfudz menambahkan, Komisi I DPR RI tetap akan ke perbatasan untuk memberi dukungan kepada TNI. DPR akan mengusahakan enambahan pasukan dan logistik hingga kenaikan anggaran di perbatasan.

Namun begitu, DPR RI meminta TNI tetap melakukan kontrol pengamanan, jika pendekatan pembangunan di perbatasan belum mampu dilaksanakan Indonesia. Yang jelas, jangan sampai lepas dua-duanya.

"Itu nanti dimanfaatkan negara-negara tetangga," kata Mahfudz.

Pemberitaan Camar Bulan bisa Pengaruhi Psikis Prajurit

Seorang warga memegang patok tapal batas di Dusun Maludin, Desa Temajok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar, Rabu (12/10). Patok semen yang berada di tengah hutan Dusun Maludin tersebut, merupakan penanda tapal batas yang memisahkan Indonesia dengan Malaysia. (Foto: ANTARA/Andi Lala/jw/nz/11)

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan, pemberitaan soal dugaan pencaplokan batas wilayah Indonesia di Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat mempengaruhi psikis prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang bertugas di wilayah tersebut.

Menurut Panglima TNI, pemberitaan itu seolah-olah menngecilkan tugas dan meniadakan peran prajurit TNI di kedua daerah tersebut.

"Istilah pencaplokan menyebabkan prajurit gundah karena seolah-olah mereka tak menjalankan tugas dengan baik," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Agus menjelaskan, semua jajaran TNI, dari pusat hingga daerah, sudah melakukan tugas dengan baik menjaga perbatasan, termasuk menjaga agar jangan sampai satupun patokpun perbatasan bergeser. Bahkan, katanya, prajurit TNI selalu menggelar patroli bersama dengan pasukan Malaysia di wilayah perbatasan itu.

"Pangdam sudah mengecek, tak ada satupun patok yang bergeser. Kami tegaskan tidak ada pencaplokan," kata Agus.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Tritamtomo menyatakan, masalah perbatasan ini tak bisa diselesaikan hanya oleh TNI sendiri, namun harus bekerjasama dengan instansi pemerintah lainnya.

Peran serta Pemerintah Daerah setempat bersama dengan Kementerian Dalam Negeri sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini.

"Saya usulkan dibentuk sebuah jejaring tugas bersama lintas instansi yang secara periodik melakukan pemantauan serta penjagaan perbatasan," kata Tritamtomo.

Sedangkan, anggota Komisi I DPR RI, M Najib mengatakan ada perbedaan data dengan kenyataan di lapangan, khususnya soal penjanjian Belanda-Inggris dengan MOU 1975,1976 dan 1978.

"DPR RI sendiri mempertanyakan status MoU itu. Apakah baru mengikat mana kala sudah diratifikasi DPR RI atau cukup dengan MoU itu saja," kata politisi PAN itu.

Ia meminta klarifikasi wilayah Tanjung Datu yang berada di wilayah Indonesia-Malaysia. Ia juga mempertanyakan apakah Taman Negara yang dibangun Malaysia ada di wilayah Negeri Jiran atau daerah sengketa.

"Ini perlu ada penjelasan," kata Najib.

Sumber: ANTARA News

Jumat, 14 Oktober 2011

ASEAN Armies Rifle Meet/AARM 2011


DEPOK - Senapan runduk anti material buatan PT Pindad (Persero) menjadi favorit para petembak angkatan darat yang tengah berlaga di ajang Lomba Tembak Angkatan Darat ASEAN (ASEAN Armies Rifle Meet/AARM) ke-21 di Depok.

“Good….,” kata salah seorang petembak kontingen Angkatan Darat Singapura, sambil terus memandangi dan melihat detail fitur senapan runduk anti material versi SPR-2, yang dipajang di stand PT Pindad di sela-sela kejuaraan tembak AARM di Markas Divisi-1/ Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat .

Sambil melihat detail fitur senapan SPR-2, sebagian besar petembak angkatan darat dari 10 negara ASEAN yang berkunjung ke stand PT Pindad, juga berpose layaknya penembak runduk menggunakan SPR-2 sambil meminta salah seorang rekannya mengabadikan posenya lewat kamera atau “handycam”.

“Jangan lupa nanti fotonya dikirim via email yaa…,” ujar salah seorang anggota Kontingen Angkatan Darat Brunei Darussalam.

Diding Sumardi dari Divisi Senjata PT Pindad dalam perbincangan dengan ANTARA mengemukakan pihaknya baru membuat lima prototipe dari SPR-2, namun sudah membuat sejumlah amunisi untuk senapan runduk dengan amunisi berkaliber 12,7 x 99 mm itu.

“Kami telah bandingkan dengan sejumlah senapan runduk yang selama ini digunakan TNI baik Kopassus, Kopaska maupun Paskhas. Kita bandingkan agar senapan yang kami hasilkan ini dapat menjadi produk unggulan,” katanya.




Diding mengatakan SPR-2 memiliki kapasitas megasen lima butir dengan panjang keseluruhan 1.550 mm, berat 16 kilogram, dan jarak tembak efektif 2000 m.

PT Pindad mempunyai tiga produk Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senapan sniper anti material tank yang berkualitas dunia. SPR produksi PT Pindad ada tiga varian, SPR 1, SPR 2 dan SPR 3. Senapan tersebut dapat menembus baja yang tebalnya tiga sentimeter dari jarak 900 meter.

“SPR 1 didesain menggunakan munisi kaliber 7,62 mm dengan jarak efektif 900 m,” kata Diding.

Selain senapan runduk, dalam kegiatan lomba tembak angkatan darat ASEAN itu juga ditampilkan berbagai produk PT Pindad termasuk Senapan Serbu (SS) berbagai varian, senapan SM2-V1 dan miniatur kendaraan taktis, kendaraan tempur seperti panser ANOA 6×6.

Sumber : BISNIS-JABAR.COM

Kamis, 13 Oktober 2011

YonKav 8 Mengadakan Latihan Menembak Senjata Ranpur


Tank Scorpion dengan kanon Cockerill 90mm (all photos : Yonkav8)

Sesuai dengan Tema Latihan pada Direktif Latihan Menembak Senjata Ranpur Tahun 2011 yaitu “ Satuan Kavaleri Divif 2 Kostrad melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ranpur guna meningkatkan kemampuan dalam mengawaki dan mengoperasionalkan Alutsista yang menjadi tanggung jawabnya “ maka pada tanggal 28 s.d 30 September 2011 Batalyon Kavaleri 8 / Tank menyelenggarakan Latbakjatranpur di Puslatpur Marinir TNI AL Karangtekok, Asembagus, Situbondo.

Dalam Latihan menembak senjata Ranpur TA.2011 para prajurit Yonkav 8/Tank menembak berbagai macam senjata yang ada di kendaraan tempur yang di miliki Batalyon Kavaleri 8/Tank. Senjata Ranpur diantaranya Kanon, SMB/SMS. Dimana senjata-senjata tersebut ada di Ranpur Tank Scorpion dan Stormer.


Yang membedakan Latihan menembak pada tahun ini dengan Latihan sebelumnya adalah Latihan menembak senjata Ranpur tahun 2011 digabung dengan satuan Arhanudri 2 Kostrad dan Kikavtai 2 Kostrad sehingga memudahkan Komando dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian.

Disamping sudah menjadi program kerja Yonkav 8/Tank bidang latihan, Latbakjatranpur saat ini juga akan di jadikan tolok ukur dari latihan menembak pada tahun sebelumnya untuk memenuhi prinsip latihan dimana harus bertahap, bertingkat dan berlanjut sehingga tujuan latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dapat tercapai.

TNI Antisipasi Peperangan Elektronik

JAKARTA - TNI berkomitmen tentang perang pada masa depan. Perang elektronika dengan pihak lain merupakan tantangan dan ancaman yang harus diantisipasi melalui observasi dan penindaklanjutan terhadap kapasitas dan kapabilitas pihak lain.

Di bawah supervisi asisten Panglima TNI bidang Komunikasi Elektronika, TNI telah melakukan penyusunan sistem komunikasi yang terpadu, efektif, rahasia dan cepat sehingga pelaksanaan operasi gabungan TNI dapat dikendalikan secara terpusat.

"Pula penanggulangan bencana alam dapat dilaksanakan secara baik serta pemantauan seluruh perbatasan Indonesia dapat dilaporkan secara optimal," kata Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, saat menerima menerima pelaporan korps serah terima jabatan Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima TNI dari Laksda TNI Ir Sudjiwo, kepada Laksda TNI Slamet Yulistiyono, di Markas Besar TNI Cilangkap. Rabu (12/10) kemarin.

Dengan demikian, kata Suhartono, ada hal juga penting dilaksanakan, meningkatkan sistem komunikasi dan elektronika TNI yang handal dan dapat mendukung komando serta pengendalian secara optimal dan melaksanakan pemantauan dan pendataan dalam mengantisipasi perang elektonika.

Pada kesempatan itu, posisi Kepala Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI diserahkan dari Brigjen TNI I Gede Sumertha kepada Kolonel Inf Imam Edy Mulyono.

Khusus tentang yang terakhir ini, Suhartono menyatakan, peningkatan tugas pemeliharaan perdamaian dunia TNI dalam sesuai amanah konstitusi. Misi khusus ini dibentuk TNI sejak 2007.

Saat ini lebih dari 1.800 prajurit TNI tengah mengemban tugas memelihara perdamaian dunia di berbagai negara konflik seperti Lebanon, Kongo, Sudan dan Darfur. Jumlah tersebut dua kali lipat dari kondisi sebelumnya.

Permintaan pasukan dari PBB secara nyata diimbangi juga dengan penampilan para prajurit TNI yang profesional dan memegang teguh prinsip–prinsip PBB dalam bertugas, hal tersebut membuat para Force Commander PBB memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi pada prajurit TNI terkait dengan keberhasilan pasukan TNI di daerah penugasan.

Sumber : ANTARA.CO.ID

SOP Penanggulangan Teror TNI-Polisi Disempurnakan

JAKARTA - Penyempurnaan standar prosedur operasi (SOP) penanggulangan teror antara satuan-satuan elit TNI dan Kepolisian Indonesia terus ditingkatkan. Sudah lama disadari bahwa kepaduan di antara kedua kekuatan ini dalam pencegahan dan penanggulangan teror di Tanah Air harus bisa ditingkatkan.

Salah satu arena "pengujian" penyempurnaan standar prosedur operasi ini adalah Latihan Bersama TNI-Kepolisian Indonesia bertajuk Waspada Nusa III 2011. Latihan puncak di lingkungan TNI dan Kepolisian Indonesia ini akan segera dilaksanakan dengan mengambil lokasi simulasi beragam.

Dalam latihan bersama itu, dilibatkan Detasemen Jalamangkara Korps Marinir TNI-AL, Detasemen B-90 Bravo Korps Pasukan Khas TNI-AU, Komando Pasukan Khusus TNI-AD, Gegana Kepolisian Indonesia, dan Detasemen Khusus 88 Kepolisian Indonesia.

Kesiapan latihan bersama TNI-Kepolisian Indonesia ini menjadi perhatian dari Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal TNI Suryo Prabowo. Bersama para komandan satuan-satuan elit TNI dan mitra polisinya, mereka memeriksa langsung kesiapan peralatan dan prosedur serta skenario latihan penanggulangan teror di Markas Komando Komando Pasukan Khusus TNI-AD di Cijantung, Rabu (12/10) kemarin.



Sinergitas berupa pemaduan keunggulan masing-masing satuan elit TNI dan Kepolisian Indonesia menjadi tema penting yang dibahas mereka. Dalam menanggulangi serta mencegah jaringan terorisme, terdapat dua dimensi, yaitu dimensi keamanan dan keselamatan negara serta dimensi penegakan hukum sipil. Yang terakhir ini menjadi ranah polisi sipil.

Model latihan yang diterapkan kali ini cukup berbeda ketimbang yang selama ini dilaksanakan karena juga melibatkan instansi di luar TNI dan Kepolisian Indonesia, yaitu BNPT, pemadam kebakaran, Direktorat Jenderal Bea Cukai, PT Telkom, hingga anggota-anggota satuan pengamanan di lokasi-lokasi yang dijadikan arena berlatih.

Walau tidak diungkap skenario kejadian yang akan dipergunakan, namun laiknya latihan anti teror, urutan kejadian dimulai dari informasi awal dari pelaku teror kepada pihak yang menjadi sasaran. Pihak terakhir ini menghubungi instansi yang berwenang yang berujung pada keputusan dari pemegang otoritas pertahanan dan keamanan negara menggunakan satuan-satuan elit TNI dan Kepolisian Indonesia secara bersamaan untuk menggulung mereka.

Dalam waktu kurang dari satu bulan lagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. Paling tidak 16 kepala pemerintahan dan kepala negara akan menghadiri pertemuan puncak yang akan menjadi landasan penting bagi pembentukan Komunitas ASEAN, yang diharapkan bisa sejajar dengan Komunitas Eropa sebagai kaukus kawasan, ekonomi, dan politik.

Selain 10 kepala negara dan kepala pemerintahan anggota ASEAN, tiga negara mitra telah memastikan kehadiran kepala pemerintahannya, yaitu India, Korea Selatan, Jepang, ditambah China. Salah satu tamu negara yang dipastikan juga hadir sekaligus menyita persiapan cukup panjang dari sisi pengamanan, adalah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Sumber : ANTARA.CO.ID

Simulasi Antisipasi Pembajakan Pesawat

BANJARMASIN - Petugas melakukan pengamanan area sekitar pesawat saat simulasi penanggulangan gawat darurat terhadap sebuah pesawat yang dibajak di bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Rabu (12/10). Simulasi penanggulangan gawat darurat dengan skenario bandara mengalami ancaman digelar PT. Angkasa Pura I sebagai pengujian program Airport Emergency Plan. Foto ANTARA/Herry Murdy Hermawan/ama/ed/11


Rabu, 12 Oktober 2011

C-295 Uji Kemampuan di Lanud Samsudin Noor


12 Oktober 2011, Lanud Samsudin Noor (TNI): Pesawat angkut militer tipe C-295 dengan Nomor Registrasi EC-296 keluaran pabrik pesawat Cassa Airbus Spanyol dengan Kapten Pilot Komandan Skadron Udara 2 Letkol Pnb Moh. Mujib beserta 13 Awak Pesawat pertama kali mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Senin (10/10), tepat pukul 14.40 Wib.

Komandan Lanud Samsudin Noor Letkol Pnb Mokh. Mukhson beserta Staf Operasi dan jajaran pendukung penerbangan Lanud Sam menyambut kedatangan pesawat angkut versi Militer jenis/tipe C-295. Pesawat tersebut sedang mengemban misi untuk melaksanakan Uji Navigasi Jarak Jauh dalam rangka uji coba dan penjajakan terhadap kemampuan pesawat dan kemampuan air crew dalam mengoperasikan pesawat tersebut, yang rencananya untuk menambah kekuatan alutsista TNI AU khususnya pesawat angkut militer di Skadron Angkut Ringan yang berkedudukan di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta. Jika memenuhi standard sesuai kriteria yang dikehendaki TNI AU, maka pesawat tersebut akan dibeli TNI AU dan pabrik Pesawat Cassa Airbus Militery Spanyol akan bekerjasama dengan Industri Pesawat Terbang Indonesia (PT. DI) guna memproduksi pesawat terbang tersebut di PTDI.

Pesawat tersebut memiliki kemampuan multi fungsi artinya bisa diubah-ubah sesuai fungsi tugas yang akan diembanya, yaitu bisa diubah menjadi pesawat angkut VIP, sebagai Ambulan Udara, sebagai pesawat Komando Pengendalian, sebagai pesawat Angkut Pasukan Tempur, sebagai pesawat angkut Logistik, sebagai pesawat untuk Penerjunan pasukan dan penerjunan logistik, sebagai pesawat SAR Tempur, sebagai pesawat Patroli Maritim dan Anti Kapal Selam, bisa juga digunakan sebagai Pesawat Air To Air Refuelling.

Komandan Lanud Samsudin Noor menyempatkan diri untuk masuk Cockpit pesawat guna melihat dari dekat teknologi yang dimiliki pesawat tersebut. Beliau mengatakan kagum dan bangga terhadap pesawat tersebut, karena jika terwujud menjadi kekuatan alutsista TNI AU, maka disamping akan memperlancar dukungan operasi penerbangan TNI AU juga akan ada transfer ilmu pengetahuan dan tehnologi dari negara maju bagi TNI AU khususnya dan generasi penerus bangsa pada umumnya serta yang tidak kalah penting akan memajukan perkembangan industri pesawat terbang Indonesia yang satu satunya dimiliki bangsa Indonesia yaitu PT. DI.

Seusai mendarat di Lanud Samsudin Noor Pesawat tersebut akan melanjutkan penerbangan untuk menuju Pangkalan TNI AU Balikpapan.

Sumber: TNI

Indobatt-Rokbatt Bicarakan "Hyun Bin" di Lebanon

Komandan Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indonesian Battalion (INDOBATT) Letkol Inf Hendy Antariksa (kiri) dan Komandan Kontingen Garuda Kolonel Pnb Yulianta (kedua kanan) mendapat penjelasan dari Komandan Batalyon Korea Kolonel Kim Taeup (kanan) ketika mengunjungi Markas Batalyon Korea di Camp Dong Myung UN POSN 2-5, Tier Dabba, Lebanon Selatan, Selasa (11/10). Kunjungan ini dalam rangka menjalin tali silaturahmi serta koordinasi antar kedua batalyon yang mengemban misi sebagai pasukan penjaga perdamaian (Peacekeepers) di wilayah Lebanon Selatan. (Foto: ANTARA/Puspen TNI-Sertu Marinir Kuwadi/HO/Koz/Spt/11)

12 Oktober 2011, Surabaya (ANTARA News Jatim): Surabaya - Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indonesian Battalion (INDOBATT) dan Republik Of Korea Battalion (ROKBATT) menyinggung Duta Pertahanan Korea untuk Indonesia, Hyun Bin, dalam pembicaraan di Lebanon.

Perwira Penerangan Mayor Pasukan Banu Kusworo kepada ANTARA melalui surat elektronik dari Lebanon, Rabu, melaporkan kehadiran Hyun Bin dalam peringatan HUT ke-66 TNI di Jakarta (5/10) disinggung dalam pertemuan Indobatt - Rokbatt di Camp Dong Myung UN Position 2-5, Tier Dabba, Lebanon Selatan (11/10).

"Kedatangan Komandan INDOBATT Letkol Inf Hendy Antariksa dalam pertemuan di Markas Rokbatt itu untuk memenuhi undangan 'Familiarization and Coordination' dari Rokbatt," ucapnya.

Menurut dia, undangan itu bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi serta koordinasi yang erat antar-Batalyon yang sama-sama mengemban misi sebagai pasukan penjaga perdamaian ("Peacekeepers") di wilayah Lebanon Selatan.

"Dalam acara tersebut, Komandan INDOBATT didampingi oleh Wadan Satgas,Letkol Mar Harnoko, Kasiops Mayor Inf Hendriawan Senjaya, Kasi Intel Mayor Inf Budi Santosa, Interpreter Mayor Sus Harianto, dan Interpreter Arab Mayor Sus Evi Mukavi," paparnya.

Selain itu, hadir pula Kasi CIMIC Mayor Arh Sukma Yudha, Pasiplan Mayor Mar Profs Dhegratment, Pasiops Kapten Mar Eko Budi P, Pasipers Kapten Laut (KH) Iwan Riswanto, Pa Food Kapten Caj Supriyatna, dan MTO Lettu POM Jarot Nyamantoro.

Pertemuan juga dihadiri Komandan Kontingen Indonesia Kolonel Pnb Yulianta dan Komandan Satgas FPC Mayor Inf Henry Mahyudi.

"Kedatangan Rombongan Komandan INDOBATT itu disambut langsung oleh Komandan ROKBATT, Kolonel Kim Taeup beserta staf, kemudian rombongan disuguhi penampilan menarik para prajurit ROKBATT yang mendemontrasikan seni beladiri Taekwondo," ujarnya.

Setelah menyaksikan penampilan Taekwondo prajurit ROKBATT, kemudian rombongan menerima presentasi tentang kekuatan personel dan wilayah area operasi serta kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh ROKBATT.

"Di awal presentasi itulah, Komandan ROKBATT menampilkan cuplikan berita kunjungan Duta Besar Korsel Kim Young Sun dan Duta Pertahanan Korea untuk Indonesia, Hyun Bin, saat menghadiri peringatan HUT TNI ke-66 di Jakarta," katanya.

Dalam kesempatan itu, Komandan ROKBATT juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan Komandan INDOBATT untuk memenuhi undangannya.

"Beliau berharap jalinan silaturahmi tersebut bisa makin erat untuk memudahkan koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan," katanya.

Selain itu, keduanya juga membahas rencana kegiatan latihan bersama antara Indobatt dengan Rokbatt.

Pertemuan diakhiri dengan jamuan makan siang ala Korea di Korea House ROKBATT serta saling tukar cendera mata antara kedua Komandan Satgas.

Sumber: ANTARANews Jatim

Selasa, 11 Oktober 2011

480 Prajurit Yonif Linud 501 Lakukan Juntis

11 Oktober 2011, Jombang (ANTARA News): Puluhan anggota Yonif Linud 501/Bajra Yudha, mengikuti terjun taktis (juntis) di Desa Tanggung Kramat, Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur, Selasa (11/10). Latihan terjun taktis untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan itu diikuti sekitar 480 dari Yonif Linud 501/Bajra Yudha untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI. (Foto: ANTARA/Syaiful Arif/koz/pd/11)



Seorang pasukan Yonif Linud 501/Bajra Yudha, siaga saat mengikuti latihan terjun taktis (juntis) di Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, Selasa (11/10). (Foto: ANTARA/Syaiful Arif/koz/pd/11)

Senin, 10 Oktober 2011

Slovakia Tertarik Kerja Sama Pertahanan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan Presiden Republik Slovakia Ivan Gasparovic memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/10). Kunjungan Presiden Republik Slovakia itu merupakan kunjungan kenegaraan pertama ke Indonesia, untuk melakukan pertemuan bilateral guna meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/Spt/11)

10 Oktober 2011, Jakarta (Jurnas): Presiden Slovakia Ivan Gasparovic menyatakan keinginannya untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia khususnya di bidang pertahanan. Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers bersama Presiden Slovakia di Istana Merdeka, Senin (10/1) usai keduanya melaksanakan pertemuan bilateral.

Presiden SBY juga menyatakan menyambut baik keinginan Presiden Slovakia untuk kerja sama di bidang pertahanan, apakah pendidikan, pelatihan, industri pertahanan dan berbagi pengalaman soal pengiriman pasukan misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa. “Karena saya tahu, Slovakia penyumbang di pasukan perdamaian di banyak negara, demikian juga Indonesia,” kata Presiden.

Presiden juga mengatakan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Slovakia, juga membahas isu internasional antara lain mendiskusikan perkembangan ekonomi global sekarang ini, situasi di sebagian negara di Uni Eropa (UE), Amerika Serikat ataupun di belahan dunia yang lain. “Dengan harapan agar segera bisa diatasi permasalahan ekonomi sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas pada perekonomian global,” katanya.

Presiden juga mengungkapkan pentingnya kerja sama UE dan Indonesia yang tentu membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Selain itu, Presiden juga menyampaikan harapan agar situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara bisa dikelola dengan baik.

Menurutnya, peperangan dan kekerasan dihentikkan, warga sipil dilindungi. Kemudian proses demokrasi diharapkan berjalan secara damai dan semuanya harus didasarkan pada kehendak rakyat negara-negara setempat atau negara-negara di kawasan itu.

Sumber: Jurnas

TNI Kibarkan Merah Putih di Haiti


10 Oktober 2011, Port Au Prince (Jurnas): Staf personel dan logistik Satgas Kompi Zeni (Kizi) TNI Konga XXXII-A/MINUSTAH mengibarkan Sang Saka Merah Putih di depan kantor Force Commander Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti (Minustah), di Komplek Delta Minustah, Port Au Prince-Haiti, sabtu sore (8/10/2011) waktu Haiti.

Perwira Penerangan Konga XXXII-A/Minustah Haiti, Lettu Czi Rofki Meristika dalam pernyataan tertulis yang diterima Jurnal Nasional hari ini (10/10) mengatakan, pengibaran bendera merah putih ini dilakukan Kontingen Indonesia diwakili oleh Kapten Czi Catur Witanto (Pasi Log) dan Sertu Aji Dwi (Basi Log) serta dibantu tentara wanita dari Philipina/ staf U4 Calista.

“Merah Putih berkibar gagah di Minustah, Haiti, karena kibaran angin yang kencang. Pengibaran berlangsung lancar dan tertib walaupun cuaca terik dan menyengat,”katanya.

Satgas Kizi TNI Konga XXXII-A/MINUSTAH berada dibawah pimpinan Letkol Czi Winarno yang merupakan Alumnus Akmil 1993 selaku Komandan Satgas. Satgas ini terdiri dari 167 prajurit TNI dengan komposisi 143 personel TNI AD, 21 personel TNI AL dan 3 personel TNI AU. Komposisi personel adalah 16 Perwira, 36 Bintara dan 115 Tamtama.

Satgas ini akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Haiti selama satu tahun pada misi MINUSTAH dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi daerah yang terkena dampak bencana gempa bumi di Haiti serta melaksanakan tugas-tugas Vertical Constructions dan Horizontal Constructions dalam rangka mendukung dan mensukseskan tugas MINUSTAH di Haiti.

Sumber: Jurnas

Malaysia Caplok Camar Bulan


10 Oktober 2011, Jakarta (Fajar): Hubungan Indonesia dan Malaysia kembali memanas. Tepatnya, setelah muncul kabar dari anggota Komisi I DPR jika Malaysia telah mencaplok wilayah Indonesia, di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Pemerintah dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur akan menggali kebenaran ulah negeri Jiran tersebut.

Juru Bicara KBRI di Kuala Lumpur Suryana Sastradireja saat dihubungi Minggu, 9 Oktober menuturkan isu pencaplokan atau kejahatan perbatasan tidak bisa didiamkan saja. "Harus cepat-cepat di-cross check. Supaya segera tuntas," tandasnya. Upaya klarifikasi ini dilakukan dari dua jalan.

Suryana menuturkan, pihak KBRI akan mengirim surat ke pemerintah Malaysia untuk menanyakan apakah ada upaya menyerobot lintas batas di Dusun Camar Bulan. Di dalam negeri sendiri, pemerintah juga mengecek ke Pemkab Sambas hingga ke tentara yang menjaga perbatasan.

Menurut Suryana, jika hasil klarifikasi ini menunjukkan dengan bukti-bukti akurat jika telah terjadi upaya penyerobotan, Indonesia bisa menyerang Malaysia sehingga penyerobotan tidak terulang lagi. Sebaliknya, jika kabar ini tidak benar, Indonesia harus diam. "Sebelumnya banyak kabar pencaplokan oleh Malaysia, tapi ujung-ujungnya Indonesia sendiri yang malu karena tidak terbukti," paparnya. Suryana tidak ingin kejadian ini terulang.

Dia lantas menuturkan, baik Indonesia maupun Malaysia saling overlapping ketika mengklaim titik perbatasan di kawasan Dusun Camar Bulan. Dusun yang letaknya di ujung utara Kecamatan Paloh ini, langsung berbatasan dengan Sarawak Malaysia.

Menurut Suryana, pihak Indonesia mengklaim jika seratus persen Dusun Camar Bulan adalah milik Indonesia. Sebaliknya, pihak Malaysia mengklaim ada sebagian kecil wilayah di Dusun Camar Bulan yang menjadi hak mereka. Suryana menegaskan, dari seratus persen wilayah perbatasan darat di Kalimantan belum seluruhnya tuntas.

Nah, Suryana menuturkan, upaya diplomatik untuk menuntaskan persoalan perbatasan khusus di Dusun Camar Bulan masih terus berlangsung. Jadwal rembukan selanjutnya bakal digelar di Malaysia pada 16-18 Oktober depan. Suryana berharap, persoalan perbatasan di Dusun Camar Bulan bisa segera tuntas, sehingga tidak memunculkan isu-isu yang bisa merenggangkan hubungan Indonesia dengan Malaysia.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Michael Tene menuturkan, secara hukum sejatinya keberadaan Dusun Camar Bulan sudah final milik Indonesia. Tepatnya, setelah ada MoU antara Indonesia dengan Malaysia pada 1978 silam.

Tapi, kata Tene, ada wilayah sekitar 1,5 kilometer dari patok perbatasan Indonesia dan Malaysia di Dusun Camar Bulan yang patok perbatasan yang masih diperdebatkan. "Apalagi ada patok-patok perbatasan yang rusak," katanya.

Selain di wilayah Dusun Camar Bulan, Tene juga mengatakan titip perbatasan yang rawan sengketa adalah di perairan Tanjung Datu. Lokasi keduanya, kata Tene, masih berdekatan. Menurut Tene, ada tiga ketentuan perbatasan yang ditetapkan khusus di kawasan perariran atau laut. Yaitu, batas landas kontinen, batas laut wilayah, dan batas zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Dari ketiga ketentuan perbatasan tersebut, Tene mengatakan batas landas kontinen di Teluk Datu sudah disepakati antara Indonesia dan Malaysia. Sementara untuk batas laut wilayah dan batas ZEE masih terus dirembuk dalam meja perundingan. "Batas-batas tiga aspek itu harus final dulu. Jika ada yang kurang, perbatasannya belum komplit," katanya. Diharapkan, pembahasan batas di Tangjung Datu ini bisa tuntas.

Turiman Temukan Peta Asli Camar Bulan Masuk Indonesia

Dosen hukum tata negara Universitas Tangjungpura Pontianak, Turiman, yang pada 2007 melakukan penelitian yang didanai oleh UNDP, mendapatkan peta asli yang menunjukkan patok-patok perbatasan.

Peta tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak, yakni Kerajaan Malaysia dan Pemerintah Indonesia. Serta turut menandatangi dari pihak militer Indonesia, yakni Mabes ABRI dan militer Malaysia.

"Saya tidak ingat pasti tahunnya, tapi sekitar 1970-an," ujar Turiman kepada Tribun, Minggu (9/10/2011).

Menurut Turiman, peta asli tersebut tergambar dalam 14 lembar. Dalam peta tersebut tertulis jelas titik-titik patok batas antara Provinsi Kalimantan Barat dengan Sarawak Malaysia. Lengkap dengan data lokasi tiap-tiap peta. "Berdasarkan peta asli tersebut, Camar Bulan dan Tanjung Datu masuk ke dalam wilayah Kalbar," katanya.

Sedangkan peta yang ada saat ini telah berbeda, yakni Camar Bulan sudah masuk sebagai wilayah Malaysia. "Hal ini harus ditindaklanjuti oleh Pemprov Kalbar untuk mengembalikan wilayah kedaulatan NKRI. Patok batas harus diselesaikan tanpa kompromi lagi, karena itu ada jelas perjanjiannya," kata Turiman.

Ditanya keberadaan peta asli tersebut, Turiman mengungkapkan, ia menyerahkannya kepada Kapten Umar Affandi, anggota TNI yang pada 2009 sedang mengambil tesis tentang perbatasan. Peta asli tersebut diharapkan dapat diserahkan kepada negara melalui Kapten Umar sebagai anggota TNI.

Umar Affandi peneliti sejarah perbatasan yang menulis tesis dengan judul Legalitas Batas Darat Indonesia-Malaysia, yang dihubungi Tribun, Minggu malam, menolak berbicara jika dikaitkan dengan statusnya sebagai anggota TNI.

Namun, sebagai mahasiswa S2 Untan yang ketika itu melakukan penelitian, ia bersedia memberi sedikit penjelasan. "Saya mengambil penelitian S2 di Ilmu Hukum Untan, dari bulan April 2005 sampai Juni 2007. Saya tertarik dengan bagaimana sejarah perbatasan Kalbar-Malaysia dari sisi hukum," katanya.

"Dari ketertarikan itu, hasil penelitian saya, belum ada satu pun aturan Undang-Undang yang mengatur wilayah perbatasan Kalbar sampai tahun 2007. Baru ada tahun 2008 setelah keluarnya UU tentang Kewilayahan," ujar Umar.

Maka sampai 2007, lanjut Umar, berdasarkan hukum internasional perbatasan kedua wilayah masih bersifat status quo. Oleh karena itu, adanya kesepakatan menyangkut perbatasan, selama Indonesia belum memiliki UU, jelas belum dapat diakui.

Disinggung pernyataan Turiman, bahwa peta wilayah perbatasan sekitar tahun 1970-an telah diberikan kepada dirinya, Umar menuturkan ia hanya menyimpang salinannya.

"Saya hanya mengambil copy-an dari Pak Turiman, saya tidak punya petanya. Copy-an itu sekarang sudah rusak, tidak bisa dibuka," paparnya.

Sumber: Fajar/Tribunnews

Indonesia Ingin Kepastian Hibah Pesawat Tempur F-16

(Foto: Lanud Iswahjudi)

10 Oktober 2011, Jakarta (VOA): Kalangan parlemen dari Komisi I DPR RI mengatakan, hibah F-16 dari pemerintah AS untuk Indonesia akan dibahas ulang mulai pekan depan.

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Choirie mengatakan di Jakarta Minggu (9/10), kepastian pembahasan ulang terkait hibah pesawat tempur F-16 AS kepada Indonesia itu akan digelar pekan depan.

“Sekarang kita sedang membicarakan dengan Menteri Pertahanan dan Wakil Menhan, hibah dari AS. Meskipun itu hibah tapi itu namanya tetap membeli karena kita harus mengeluarkan uang sekitar tiga triliun rupiah. Tapi kami tidak mau kalau itu tanpa persenjataan dan inilah yang sedang diajukan, sedang kita bahas," demikian ujar Effendi Choirie.

Effendi mengatakan, pada prinsipnya pihak parlemen memberikan dukungan penuh kemitraan Indonesia dengan AS bidang pertahanan, terutama dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

Menurut Effendi, salah satu yang cukup penting didorong terkait kemitraan atau kerjasama dengan pihak asing. Antara lain berdampak langsung terhadap peningkatan kemampuan industri persenjataan dalam negeri dan terjadinya alih teknologi.

"Kita minta oke kita setujui, namun semua harus dibikin di dalam negeri. Jadi (harus) ada alih teknologi,” demikian penjelasan anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Beberapa negara yang disebut-sebut menjadi mitra Indonesia bidang pertahanan, antara lain Rusia, Tiongkok, Spanyol, Inggris, Korea Selatan dan beberapa negara anggota ASEAN , termasuk Brunei Darussalam.

Penegasan serupa juga disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya, saat memimpin upacara HUT ke-66 TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta. Presiden meminta Panglima TNI agar mengembangkan doktrin dan profesionalisme TNI, seiring dengan pembangunan alutsista yang lebih modern.

“Di tahun 2012 mendatang, anggaran pertahanan kita naikkan dari Rp 47,5 Triliun pada 2011 menjadi Rp 64,4 Triliun di tahun 2012, atau naik lebih dari 35 persen", kata presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pekan lalu, salah satu industri strategi pertahanan yang dimiliki Indonesia PT.Dirgantara Indonesia dan lembaga pertahanan Spanyol, European Aeronautic Defense and Space (EADS)-CASA akan bersinergi merancang pembuatan pesawat Airbus Military C295 guna menjawab kebutuhan Angkatan Udara Republik Indonesia. Kedua pihak sepakat untuk membuat enam hingga sembilan pesawat di Indonesia. Sebagian pesawat yang lain dibagun di fasilitas pabrik pesawat terbang milik Airbus Military di San Pablo, Sevilla, Spanyol.

Indonesia menginginkan bahwa hibah pesawat F-16 dari AS dilengkapi dengan persenjataan, dan harus ada unsur transfer teknologi ke industri di Indonesia.

Peneliti bidang pertahanan Teuku Ardhiansyah optimis, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kemampuan persenjataan terbesar di Asia di masa depan.

“Matra terbesar itu di Angkatan Darat sekarang , (tetapi) kita harus bahas lebih proporsional, perimbangan komposisi matra laut (TNI AL) dan marta udara (TNI AU). TNI harus mengembangkan strategi dengan membangun kemitraan strategis dengan negara-negara di Pasifik”, kata Ardhiansyah.

Kalangan pakar memperkirakan jumlah total personil militer Indonesia sekitar 500 ribu personil, merupakan salah satu yang terbesar di Asia, terutama personil militer terlatih, termasuk personil militer yang berpatisipasi aktif dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Menurut kalangan pakar, di dalam negeri Indonesia berkewajiban memperkuat kemitraan antar institusi, terutama dalam menghadapi beragam tantangan, antara lain ancaman kejahatan terorisme yang masih cukup menonjol dan cukup meresahkan masyarakat.

Sumber VOA di Mabes TNI menyebutkan, dalam waktu dekat TNI dan Polri kembali akan menggelar latihan gabungan antiteror terbesar tahun ini, berlangsung pada 27 Oktober 2011. Latihan tersebut digelar guna meningkatkan kemampuan kedua institusi dalam penanggulangan terorisme.

Latihan gabungan (Latgab) antiteror tersebut digelar dengan sandi "Waspada Nusa III". Latihan serupa sebelumnya pernah digelar pada tahun 2008 dan 2010, dengan mengambil beberapa lokasi simulasi di sejumlah kawasan vitas dan strategis di ibukota Jakarta.

Sumber: VOA

Kapal Perang dan F-16 Amankan KTT Asean di Denpasar


9 Oktober 2011, Denpasar (ANTARA News): Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lanal) V Denpasar akan menyiagakan tiga kapal perang untuk mengamankan jalur laut dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean pada November mendatang.

Komandan Lanal V Denpasar, Kolonel Laut (P) I Wayan Suarjana, di Denpasar, Minggu mengatakan, kapal perang tersebut didatangkan dari Lantamal Surabaya.

"Untuk peralatan pengamanan, yang jelas ada tiga kapal perang dari Surabaya yang akan `meng-cover` kami," katanya.

Suarjaya mengatakan, selain mengerahkan tiga kapal perang, pihaknya dalam pengamanan jalur laut juga akan menyiagakan sebanyak 600 personel Angkatan Laut.

"Wilayah yang diamankan, tentunya seluruh Bali, tapi untuk pelaksanaan KTT kami juga konsentrasi di Bali sebelah selatan. Di utara juga," ujarnya.

Terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam KTT tersebut, Suarjaya mengaku belum mendapatkan informasi dan koordinasi tentang pengamanan khusus Obama seperti kapal induk milik Amerika.

"Saya belum dapat info. Tapi yang jelas, pelaksanaannya kami sendiri yang mengamankan, jadi bukan Amerika," imbuhnya.

Sedangkan tiga kapal perang milik Indonesia tersebut, katanya, akan disiagakan di laut Bali pada enam hari sebelum pelaksanaan KTT.

"Kami sudah siapkan dan `standby` di posisi-posisi tertentu pada H-6," katanya.

Sementara itu, terkait pola pengamanan di wilayah laut, Suarjaya menjelaskan pihaknya akan menggunakan sistem penyekatan.

"Di laut, kami ada semacam penyekatan, jadi ada kapal patroli di bagian selatan dan ada juga sebagian di utara. Juga tim intelijen kami sudah jalan untuk mengamankan jalur-jalur tikus," imbuhnya.

F-16 kawal pesawat kepala negara KTT ASEAN


Apa bentuk jaminan keamanan yang diberi pemerintah bagi kepala-kepala pemerintahan dan negara yang akan hadir dalam KTT ASEAN di Bali pada November nanti? Ada beberapa yang pasti, di antaranya kawalan udara oleh F-16 Skuadron Udara 3 TNI-AU sejak memasuki wilayah udara nasional hingga mendarat di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali.

"Dari wilayah udara, tugas kami mengawal penerbangan para kepala negara dari wilayah pertahanan nasional menuju wilayah Bali menggunakan pesawat tempur F-16 sampai mendarat," Komandan Pangkalan Udara TNI-AU Ngurah Rai, Letnan Kolonel Penerbang Jumarto, Minggu.

Tentang mekanisme dan pola operasinya, tentu saja hal itu dirahasiakan. Pasti pengamanan dan pengawalan udara itu produk bersama banyak pihak, di antaranya Komando Pertahanan Udara Nasional TNI, Komando Operasi Udara I dan II TNI-AU, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan lain-lain.

Selain itu, kata Jumarto, pihaknya juga menyiagakan sebanyak satu kompi Pasukan Khas TNI-AU dalam perjalanan para kepala negera tersebut. Yang satu ini biasa digelar untuk mengendalikan lalu-lintas penerbangan hingga pengamanan fisik pangkalan udara dan wahana penerbangan yang dipergunakan.

Pasukan berbaret jingga itu, katanya, merupakan satuan berkemampuan tiga matra yakni laut, darat, udara. Namun dalam operasi, tugas dan tanggung jawabnya, mereka lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh.

"Dan selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat lain," katanya.

Jumarto mengatakan, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Leonard, selaku komandan pelaksana operasi pengamanan KTT ASEAN memerintahkan agar tiap unsur bekerja dalam masing-masing kemampuannya.

"Dalam persiapannya, Pangdam selaku komandan pelaksana operasi, meminta agar masing-masing akan melakukan kemampuan yang dimiliki jadi seperti dari unsur kami yakni pengamanan bandara," katanya.

Sebagai unsur pengamanan jalur udara, pihaknya juga sudah melakukan berbagai pelatihan-pelatihan mulai pengawalan hingga pendaratan.

"Berbagai persiapan sudah dilaksanakan sejak beberapa minggu lalu," imbuhnya.

Sumber: ANTARA News
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls